Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2020

Soal Penghinaan Nabi, Denny Siregar: Kalo Ga Mau Diejek Jangan Suka Ngejek




TRENIAL.COM - Aktivis media sosial, Denny Siregar mengatakan sebagai manusia harus saling menghormati dan jangan saling mengejek.

Adapun konteks yang Denny maksud di sana adalah terkait pemenggalan guru yang terjadi di Perancis yang masih menghebohkan dunia belakangan ini.

Di mana diketahui, guru bernama Samuel Paty dipenggal seorang remaja 18 tahun pada 16 Oktober lalu usai mempertontonkan karikatur nabi umat Islam, Nabi Muhammad SAW.

Pasalnya, karikatur Nabi Muhammad SAW yang Paty tunjukkan dalam pelajaran kebebasan berekspresi itu dinilai sudah menghina nabi dan Islam.

Kemudian, Presiden Perancis Emmanuel Macron menganugerahi mendiang Paty dengan Legiun d'honneur yang mana merupakan penghargaan tertinggi oleh pemerintah.

Bahkan, diketahui Emmanuel Macron turut menyebut bahwa pemenggalan tersebut adalah sebagai serangan teroris Islamis.

Mengomentari hal itu, Denny Siregar merasa aneh terkait kasus tersebut yang mengundang kecaman dari muslim dunia.

Menurutnya, selama ini umat Islam mengejek Yesus menggunakan kolor dan di gantungan serta bertindak seolah-olah paling benar dengan hal itu.

Namun sekalinya diejek malah memenggal. Ia pun berpesan kalau tak mau diejek, maka jangan mengejek.

"Saya bukan membela pemenggalan guru di Perancis. Cuman aneh aja. Kalian selama ini ngejek Yesus pake kolor. Trus ngejek Yesus di gantungan. Kalian ejek mereka terus seolah-olah kalian paling benar.

"Sekalinya diejek, main penggal. Kalo ga mau diejek, jangan suka ngejek. Simple," ungkapnya, Rabu, 28 Oktober 2020 malam, seperti dikutip Trenial.com dari laman Twitter-nya.

Lebih lanjut, Denny menuturkan bahwa dirinya selama diundang untuk mengisi acara di gereja, agamanya, Islam dihormati oleh umat Kristiani.

"Kenapa? Karena gua menghormati agama mereka. Apa yang susah dengan itu? Bahkan Al Quran pun sudah mengingatkan dengan tegas. Bacalah dan renungkan dengan bijak..," sambungnya sambil menunjukkan Quran Surat Al An'am ayat 108.




Denny melanjutkan, seandainya kita dikenal sebagai orang yang sangat menghormati ajaran orang lain, pasti disaat ajaran kita dihina, mereka yang ajarannya berbeda akan ikut membela kita juga.

"Tapi bagaimana mereka bisa membela ajaran kita, kalau kita selalu menghina ajaran mereka? Coba, drun. Think..," tegasnya.***

Minggu, 04 Oktober 2020

dr. Reisa Beberkan Perbedaan Masker Kain 3 Lapis dengan Masker Scuba, Jangan Keliru Lagi, ya



TRENIAL.COM - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro membeberkan perbedaan antara masker kain tiga lapis yang sering dipakainya dengan masker scuba.

Adapun ia membagikan hal itu usai dirinya dituding mengenakan masker scuba yang dianggap kurang efektif mencegah penularan Covid-19 karena dinilai terlalu tipis hanya satu lapis.

Memanfaatkan jaringan luasnya di media sosial, dr. Reisa awalnya memberi klarifikasi bahwa masker yang selama ini ia pakai bukanlah masker jenis scuba.

"Belakangan ini, saya sempat baca di kolom komentar yang menanyakan kenapa saya masih pakai masker scuba. Dan saya heran sendiri. Padahal jelas-jelas di foto-foto tersebut saya tidak pake masker scuba dan menggunakan masker kain 3 lapis yang memang sejak awal direkomendasikan oleh CDC dan WHO," ungkapnya, dilansir Trenial.com dari laman media sosial Instagram-nya.

Akan tetapi, dr. Reisa memaklumi hal tersebut karena ternyata masih banyak yang belum dapat membedakannya.

"Ternyata setelah saya tanyakan, masih banyak yang belum tau dan belum bisa bedain antara masker scuba dengan masker kain," sambung jebolan Puteri Indonesia Lingkungan 2010 itu.

Nah, tepatnya tiga hari yang lalu, dokter yang sekaligus menjadi model ini membeberkan perbedaan masker scuba dengan masker kain.

"Memang masker yang disarankan adalah masker tiga lapis yakni masker kain yang memiliki lapisan paling luar yang sifatnya hydrophobic atau anti air," ungkapnya.

Adapun alasannya ialah agar ketika ada droplet alias percikan dari luar tidak terhirup ke dalam hidung.

Sementara lapisan yang paling dalam seharusnya yang bersifat nyaman digunakan bahkan harus bisa menyerap uap air yang keluar dari mulut kita.

"Kemudian harus ada lapisan tengahnya yakni sebagai barrier atau pembatas antara kain paling luar dan kain paling dalam," sambung dokter 34 tahun ini.

Di lain sisi, masker scuba hanya memiliki satu lapis sehingga sangat tipis jadi tidak menghasilkan proteksi yang sama dengan masker kain tiga lapis.

"Makanya yang tidak disarankan penggunaannya ialah masker scuba, bukan masker kain," tandasnya.***